Rabu, 24 September 2014

Gigi Sakit ... Dibuang atau Diperbaiki ?


Sakit gigi adalah pengalaman yang teramat tidak mengenakkan bagi mereka yang pernah mengalaminya.  Demikian menyengsarakannya pengalaman sakit gigi ini sampai-sampai ada idiom yang mengatakan "lebih baik sakit hati dari pada sakit gigi".

Sikap masing-masing orang di dalam menyikapi rasa sakit giginya juga bermacam-macam; ada yang segera mencari pertolongan ke dokter gigi untuk menangani rasa sakit giginya, ada pula yang berusaha mengobati diri sendiri terlebih dahulu, ada pula yang berusaha menahan dan mengabaikan rasa nyerinya selama beberapa hari sampai rasa sakitnya sudah tidak tertahankan.

Ketika pada akhirnya gigi yang sakit tersebut diperiksa oleh dokter gigi, perawatan akhir yang ditawarkan kepada pasien biasanya adalah salah satu dari dua pilihan berikut; giginya diperbaiki atau giginya harus dicabut ...

Kelihatannya memilih satu dari dua alternatif yang ada bukanlah perkara yang rumit.  Beberapa orang yang demikian peduli dengan kesehatan dirinya  kerapkali meminta dokter untuk berusaha mempertahankan giginya di dalam mulut, sedangkan beberapa orang lainnya mendesak dokter untuk segera mencabut gigi yang sakit supaya penderitaannya segera berakhir.

Di sini saya ingin memberikan sedikit gambaran kepada pembaca untuk bisa memilih di antara dua pilihan di atas seandainya (semoga pembaca tidak perlu mengalaminya sendiri) suatu saat mengalami pengalaman yang kita kenal sebagai "sakit gigi".

Hal pertama yang harus dipertimbangkan di dalam menentukan nasib gigi yang sakit adalah APAKAH GIGI TERSEBUT MASIH MEMILIKI FUNGSI di dalam rongga mulut ? Secara garis besar gigi memiliki 2 macam kegunaan; pertama adalah kegunaan fungsional dimana gigi geligi berguna membantu proses pencernaan makanan (untuk memotong dan menghaluskan makanan) dan membantu proses bicara (membantu artikulasi suara yang kemudian menciptakan bunyi bermakna). Yang kedua adalah kegunaan estetika dimana gigi geligi berfungsi untuk memperindah penampilan wajah seseorang disaat berbicara dan tersenyum.  Untuk bisa memenuhi dua macam kegunaan tersebut gigi geligi haruslah terletak pada posisi yang baik dan benar di lengkung rahang di dalam rongga mulut.  Dari segi ini kita dapat menentukan nasib satu gigi yang mengalami sakit (rusak); jikalau gigi bersangkutan itu memiliki kegunaan maka sebisanya gigi tersebut harus diperbaiki (dipertahankan), namun jikalau gigi yang rusak tersebut memang tidak memiliki kegunaan di dalam rongga mulut (posisi dan letaknya tidak baik dan tidak benar) maka gigi tersebut lebih baik dicabut saja.

Seandainya dari pemeriksaan yang dilakukan gigi yang sakit itu ternyata masih memiliki fungsi di dalam rongga mulut, faktor berikutnya yang perlu diperhatikan adalah APAKAH GIGI TERSEBUT MASIH DAPAT DIPERBAIKI DAN KEMUDIAN BERFUNGSI untuk jangka panjang ? Penilaian akan kelaikan gigi yang sakit ini untuk dapat diperbaiki tentunya dilakukan oleh profesional yang kompeten (dalam hal ini dokter gigi).  Jikalau dari pemeriksaan yang dilakukan ternyata gigi yang sakit masih dapat diperbaiki, maka sebaiknya gigi tersebut diperbaiki. 

Perlu diketahui bahwa jika gigi yang masih memiliki fungsi di rongga mulut sudah tidak dapat diperbaiki dan harus dicabut, maka gigi tersebut haruslah digantikan dengan gigi tiruan pada saat yang tepat.  Jikalau gigi yang masih memiliki fungsi di rongga mulut dicabut dan tidak digantikan dengan gigi tiruan maka fungsi-fungsi yang semestinya dijalankan oleh gigi tersebut akan terganggu.  Selain itu muncul potensi-potensi masalah lain seperti posisi gigi yang tidak teratur, kerentanan gigi-gigi lain untuk jadi berlubang dll jikalau gigi yang masih berfungsi dicabut dari rongga mulut dan tidak digantikan dengan yang baru.

Semoga panduan sederhana ini bisa membantu pembaca untuk mengambil keputusan jika seandainya suatu saat dihadapkan pada situasi sakit gigi.  Namun demikian tentunya lebih baik jika kita semua tidak perlu mengalami pengalaman sakit gigi yang tidak mengenakkan bukan?  Untuk mencegah sakit gigi maka rutinlah memeriksakan diri ke dokter gigi supaya jika ada kerusakan gigi yang masih di tahap awal bisa diatasi dengan prosedur yang relatif lebih sederhana dan tidak menyakitkan.

Salam :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar